NUSANTARA, MEDIA PURNAWIRAWAN — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi membuka operasional jalur transportasi otonom (*Autonomous Rail Transit* / ART) tahap ketiga di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Kamis (16/7/2026) pagi.
Peresmian ini menandai tonggak sejarah baru dalam pengembangan *smart city* di Indonesia. Jalur tahap ketiga ini menghubungkan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) langsung menuju kluster perumahan aparatur sipil negara (ASN) dan zona komersial di sektor barat laut IKN.
Teknologi Bebas Emisi dan Efisiensi Waktu
Dalam pidatonbnya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan IKN sebagai model percontohan kota hijau di Asia Tenggara. "Transportasi otonom ini bukan sekadar gaya-gayaan teknologi. Ini adalah komitmen nyata kita untuk menekan emisi karbon hingga nol persen di IKN," tegas Presiden.
"Kita buktikan bahwa Indonesia mampu membangun kota masa depan yang selaras dengan alam, tanpa mengorbankan mobilitas dan produktivitas warganya." — Presiden Prabowo Subianto
Trem otonom ini beroperasi tanpa rel konvensional, melainkan menggunakan marka jalan bermagnet dan sistem sensor berbasis *Artificial Intelligence* (AI). Kendaraan ini ditenagai murni oleh listrik dengan kapasitas angkut mencapai 300 penumpang per rangkaian.
Target Operasional Penuh 2027
Menteri Perhubungan yang turut mendampingi Presiden menyatakan bahwa dengan selesainya tahap ketiga ini, total panjang rute transportasi otonom di IKN telah mencapai 24 kilometer. Sistem ini terintegrasi langsung dengan aplikasi navigasi pintar "Nusantara SuperApp" yang memungkinkan warga untuk melacak kedatangan armada secara *real-time*.
Pemerintah menargetkan seluruh kluster utama IKN akan terkoneksi penuh dengan sistem transportasi massal cerdas ini pada kuartal pertama tahun 2027. Diharapkan langkah strategis ini dapat menekan ketergantungan ASN dan warga terhadap kendaraan pribadi.