SURABAYA, MEDIA PURNAWIRAWAN — Kekuatan maritim Indonesia semakin disegani di kawasan Indo-Pasifik. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) secara resmi menerima dua unit tambahan kapal selam tempur klas Scorpene dalam upacara militer di Pangkalan Komando Armada II (Koarmada II), Ujung, Surabaya, hari ini.
Kedatangan dua monster bawah laut buatan konsorsium Naval Group (Prancis) yang dirakit melalui skema *Transfer of Technology* (ToT) oleh PT PAL Indonesia ini merupakan bagian dari cetak biru modernisasi alutsista pertahanan (MEF) tahap final tahun 2026.
Teknologi Baterai Lithium-Ion Tingkatkan Senyap dan Durasi
Menteri Pertahanan meninjau langsung kapal selam yang masing-masing diberi nama KRI Cakra Manggala dan KRI Nanggala Sura. Kapal selam ini dilengkapi dengan inovasi baterai *Lithium-Ion* (Li-Ion) yang menggantikan teknologi AIP (*Air-Independent Propulsion*) konvensional.
"Dengan baterai generasi terbaru ini, durasi penyelaman tanpa harus naik ke permukaan (*snorkeling*) menjadi sangat panjang. Kapal ini bisa mengendap di kedalaman laut nusantara dengan tingkat kesenyapan absolut, tidak terdeteksi oleh sonar musuh," papar Menhan.
Selain keunggulan akustik, kedua kapal selam ini juga dipersenjatai dengan torpedo *Black Shark* generasi terbaru dan rudal antikapal *Exocet SM39* yang mampu menghancurkan target permukaan dari bawah laut sejauh puluhan kilometer.
Strategi Pertahanan Laut Dalam
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menambahkan bahwa kehadiran dua unit Scorpene tambahan ini akan memperkuat Satuan Kapal Selam (Satsel) untuk beroperasi memantau lalu lintas bawah air di wilayah *choke point* strategis seperti Selat Malaka, Selat Sunda, dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
Rencananya, kedua KRI tersebut akan segera menjalani uji coba operasional (*Sea Acceptance Test* / SAT) lanjutan di Perairan Dalam Laut Bali pada akhir bulan ini sebelum secara resmi ditempatkan dalam formasi tempur penuh Koarmada RI.